Senin, 15 Oktober 2012

aQ membuka mataku dengan enggan pagi ini. Pukul 08.15. Bukan karena aku malas tapi karena aku memang baru tertidur sejak pukul 03.15 dini hari. selain kantuk yang sangat mambuat malas dan enggan, kesulitan lain terletak pada mataku yang bengkak post menangis semalaman. aku berbuat kesalahan lagi tanpa ku sadari dan ku kehendaki. seorang sahabat karibQ bilang itu terjadi karena aku orang yang cepat untuk mendengar dan cepat untuk berkata-kata pula.
Perlahan aku bangun dan ku ambil Alkitab mungilku dan buku renungan pagiku. agak malas sebenarnya aku membuka buku ampuh ini dengan kondisi mata super bengkak begini tapi entahlah jauh di lubuk hatiQ ada rasa rindu untuk mencari sesuatu di dalamnya, terlebih penghiburan.
Yesaya 14:1-23 "Pengharapan yang Tidak Berubah" begitu judul renungan pagi ini. Og, God tersentak aku dalam hati. apa ini? Kenapa tepat sekali? Ketika aku lelah, mengeluh dan hampir berputus asa dan enggan lagi  untuk berharap, kata-kata itu yang muncul.
isi dari renungan itu aku belajar dari Bangsa Israel saat di pembuangan (Babel). dapat ku bayangkan betapa menderitanya mereka dan sangat beralasan bila mereka berputus asa. tetapi Allah berjanji akan membawa mereka keluar karena ALLAH MENYAYANGI mereka. bagaimana dengan diriku? aku juga merasakan sakit, penindasan yang terjadi bagiku bukan bukan bersifat fisik tapi lebih terhadap mental dan jiwa. Batinku tertekan, bagaiman harus bertahan, aku kesepian sementara sahabat-sahabat satu persatu menjauh dan meninggalkanku. "pengharapan tidak berubah". ini sungghuh menegur sekaligus menguatkanku. tertegur karena menyadari ketidakpercayaan dan keragu-raguanku akan janji Allah, menguatkan karena aQ semakin sadar bahwa harapan di dalam Tuhan itu akan selalu ada dan takkan berubah krn Allah pun tak berubah, tetap SETIA dan penuh KASIH selama-lamanya. Allah sendiri yang akan menolongku melewati semua masa-masa sulit ini, IA sempurna dan berkuasa. yang harus ku lakukan hanya terus bersandar padaNya, berharap terus pd Dia semata. takkan selama-lamanya airmata, ada masanya IA akan berikan bahagia, itu kini yang ku percaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar