Senin, 19 November 2012

Berat BebanQ


Ketika semua nya bertambah berat
Bahkan bermimpi pun rasanya beban itu tetap mengikat
Kekhawatiran memuncak
Katakutan mencapai klimaks
Aku tertegun dan enggan bangun
Tak ada siapapun tak seorangpun
Datang menguatkan atau menghiburkan
Janji Tuhan mengingatkan
“Jangan lah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tapi nyatakanlah keinginanmu dalam segala hal kepada Tuhan lewat doa dan permohonan dengan UCAPAN SYUKUR
Still… bersyukur vey!!!
Ingatlah tiap hal meski kecil sekalipun yang kau terima hari ini sbg anugerah dan syukurilah
Nafas hidup, mata yg sehat, fisik yg utuh, kepala yang msh bisa berpikir walau sedikit sakit, kaki yang kuat tuk berjalan, hati yang masih berbelas kasih, airmata yang masih cukup membasahi bola mata, rambut yang utuh, orangtua yang sehat, teman2 yang kau kenal, makan dan minum hari ini, sinar mentari, udara yang Q hirup, pohon mangga depan kost, bunga rumput di atas batu, foto2 valen, foto2 meymey, foto2 zhufie, masa2 bersama merry, masa2 bersama nanang, masa2 bersama boni & nanda

Jenuh Q


Aku mulai jenuh. Entah kenapa bagiku kata-katanya begitu menyakitkan. Membuat marah dan bosan. Yang kulakukan selalu salah, selalu negatif, tak ada pujian hanya celaan. Aku.....aku ingin dihargai sebagaimana aku ada. Aku sadar, aku tak sempurna malah jauh dari sempurna, tetapi masakan tak ada satu pun nilai positifku di hadapannya. Apa karena ia terlampau tinggi??? Ah...tidak! ia pun punya banyak kelemahan, tetapi ia seringkali tak mau mengakuinya. Sosok yang sombong dan egois!
Bagaimana ini Tuhan? Kau tahu kebimbangan menderu hebat di dalam batinku. Aku terperangkap dalam keinginan yang samar-samar. Aku sendiri tak tahu memutuskan yang mana yang akan ku tempuh. Tiap sisi terasa begitu menyakitkan dan menyesakkan. Bagaimana aku tahu yang mana keinginanMu? Apa aku terlalu terbawa pikiran dan perasaan. Oh Tuhan semuanya semakin buruk, sahabatku pun kini menjauhkan diri dariku. Aku kehilangan banyak akibat perubahan.

Kamis, 15 November 2012

Why

kenapa semua pergi. satu per satu menjauh dan menghilang. kenapa semua tak ada saat duka teramat dalam dan mereka ku perlukan??? aku dapati jawabnya kini. Allah rupanya tak ingin aQ semakin terpaut dan begitu mengandalkan apapun atau siapapun melebihi diriNYA. AQ belajar untuk ikhlas dan rela melepas. belajar untuk berdisiplin terhadap hati untuk tidak terpaut dan begitu mengandalkan "seseorang". Tuhan, itu sulit dan sakit. Bagaimana bisa? Tawar menawar dan pembenaran2 pribadi mengisi alam pikirQ. Sampai akhirnya kata2 "Cukuplah kasihKu saja" terngiang ngiang di otakQ. Tuhan, bantu aQ lewati ini. aQ merasa tak kuasa :(

Me & God


Kasih itu tiada pamrih, tak pernah menuntut balas, itu yang Kau ajarkan pada ku Bapa. Tetapi kenapa begitu sulit bagiku kini untuk mengasihi orang yang dekat denganku, lebih mudah bagiku mengasihi orang yang tak mengenali aku sedikitpun. Aku begitu takut berharap Tuhan karena sadar atau tak sadar di dalam diriku ada keinginan untuk dikasihi dan diperlakukan penuh perhatian seperti aku mengasihi dan memperhatikan mereka. Apakah kasihku tak murni Tuhan? Aku begitu mengkhawatirkan hal itu sehingga aku memutuskan untuk menjauhkan diri dan menutup diri meskipun hatiku tetap mengasihi mereka & memperhatikan mereka dari jauh. Tuhan, ini suatu yang cukup sulit bagiku, karena sekuat apapun aku bertahan, hatiku rapuh Bapa, tak sepenuhnya aku mampu mempertahankan rasa “baik-baik saja” di dalam diriku saat terus mengasihi tanpa di kasihi, memperhatikan tanpa pernah diperhatikan. Satu-satunya yang memberikanku kekuatan adalah bila ku memandang salibMu, Kau lebih dulu Tuhan lalui ini semua dan hanya bersamaMu Yesus aku mampu lalui ini semua. Setiap saat aku meyakinkan dan menguatkan diriku dengan janji-janjiMu. FirmanMu lah yang menghiburku, menghangatkan hatiku saat hati ini begitu dingin, mencairkan kebekuan-kebekuan di pikiranku, memberi damai kepadaku lagi saat sekelilingku terasa sangat mengkhawatirkan. Aku berserah padaMu Bapa, itu saja andalanku. Meski dunia tak menjanjikan bahagia seperti yang aku inginkan, meski dunia dan isinya tak menyediakan kasih dan kehangatan seperti yang ku inginkan, tapi aku punya Engkau, Allah ku yang hidup yang akan terus, selalu dan selamanya memberikan semua hal itu, apa yang tak bisa dunia berikan kepadaku, Kau bisa. Karena Kau Allahku yang mahakuasa. Hanya tetaplah dekat denganku Yesus. Aku domba yang seringakali begitu takut untuk berjalan karena pandanganku tentang apa yang didepan dan masa depanku begitu kabur. Aq domba yang seringkali masih belum terlalu peka mengenali suaraMu sehingga seringkali aku tak mengikutiMu tapi ikut “seorang upahan” dan bahkan pencuri. Aq yang begitu lemah menghadapi dunia luar dengan begitu banyak singa-singa mengaum. Aq tak mampu Tuhan, semua tampak tak ada jalan keluar. Aku tak punya pilihan, bahkan diam di tempat pun menjadi masalah. Aku tak tahu bagaimana semua akan selesai tapi aku percaya padaMu Gembalaku yang Baik, Engkau akan menolongku dengan cara yang tak akan ku pahami karena Kau begitu ajaib dan tak terselami. Yang ku percaya dan yakini, apapun itu aku akan selamat karena diriMu. Yang perlu ku lakukan hanya menutup mata, bercerita kepadaMu di dalam doa. Jesus, help me. Here in my heart i feel very sick, lonely and tired.