Aku mulai jenuh. Entah kenapa bagiku kata-katanya begitu menyakitkan. Membuat marah dan bosan. Yang kulakukan selalu salah, selalu negatif, tak ada pujian hanya celaan. Aku.....aku ingin dihargai sebagaimana aku ada. Aku sadar, aku tak sempurna malah jauh dari sempurna, tetapi masakan tak ada satu pun nilai positifku di hadapannya. Apa karena ia terlampau tinggi??? Ah...tidak! ia pun punya banyak kelemahan, tetapi ia seringkali tak mau mengakuinya. Sosok yang sombong dan egois!
Bagaimana ini Tuhan? Kau tahu kebimbangan menderu hebat di dalam batinku. Aku terperangkap dalam keinginan yang samar-samar. Aku sendiri tak tahu memutuskan yang mana yang akan ku tempuh. Tiap sisi terasa begitu menyakitkan dan menyesakkan. Bagaimana aku tahu yang mana keinginanMu? Apa aku terlalu terbawa pikiran dan perasaan. Oh Tuhan semuanya semakin buruk, sahabatku pun kini menjauhkan diri dariku. Aku kehilangan banyak akibat perubahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar